12 April 2015

Gak maksud mendramatisir isi postingan.

Kebangun jam 4an subuh karena aktivitas adik saya yang bikin saya kebangun dan susah tidur lagi akhirnya bikin saya ngecek hape dan balas chat singkat dari teman. Karena sudah terlanjur kebangun akhirnya juga saya browsing dan nemu sebuah blog yang bikin saya baca beberapa postingannya. Blog seorang underground music journalist (sebut saja begitu) yang isinya gak melulu soal gig-gig yang baru saja dia datangi tapi juga tentang pandangan personal dia tentang banyak hal. Ini yang saya suka dari membuka blog pribadi orang lain,saat postingan mereka banyak menulis tentang,katakan saja,pemikiran-pemikiran pribadi mereka yang kadang tidak obyektif menurut banyak orang,ya tapi karena ini pemikiran pribadi jadi sah-sah saja menurut saya. Saya selalu kagum dengan orang-orang yang sangat deskriptif bila menulis sesuatu,menjelaskan tentang apa yang dia pikirkan, dan untuk beberapa saat saya tertarik buat tahu lebih dalam apa isi kepalanya lewat postingan2 di blognya.
Being a Blogwalker is such a fun thing to do, walaupun kadang saya nemu blog yang isinya gak sama dengan,apa ya,pandangan saya mungkin,tentang suatu hal yang sedang blogger itu bahas. Tapi tetap jadi hal yang menyenangkan buat saya buat tahu suatu isu dari sudut pandang orang lain. Karena hal-hal yang saya temui di blog tidak sering saya temui di buku-buku yang kebanyakan berusaha menulis sesuatu dari sisi yang paling positif,yang menurut saya juga bagus dan juga menarik.
Yah..menurut saya baca blog pribadi yang begitu seperti melakukan diskusi. Bukan dengan si bloggernya,tapi dengan diri saya sendiri. Semacam holly time juga. Akir-akir ini saya lebih sering baca buku dan artikel seperti melakukan penebusan dosa. Atau pemenuhan kebutuhan,mungkin. Iya, karena saya kuatir tidak dapat asupan yang cukup setelah hampir setengah tahun ini memutuskan buat gak lagi ngampus. Semacam sedang melakukan pembuktian secara diam-diam akan.. ah patetik.


03 July 2014


aku menunggu hingga langit berubah bersemu merah, tersipu dan penuh rindu menanti senja datang lagi.
entah untuk berapa lama.



01 May 2014

Mungkin Dia Tidak Perlu Kamu Cari, Mungkin Dia Hanya Perlu Kamu Yakini. Maka Diapun Ada.

Tanpa bermaksud sok tau atau memaksakan keyakinan saya kepada orang lain, saya terlibat dalam suatu dialog tentang Tuhan. Bermula dari satu thread di salah satu forum (yang dari namanya sepertinya berisi orang-orang yang ber-Tuhan dan tidak ber-Tuhan) yang kira-kira berbunyi, "jika ada hewan-hewan yang haram, kenapa Tuhan menciptakan hewan tersebut? padahal masuk neraka juga tidak", Saya tertarik dengan kalimat awal trit ini yang membuat saya tergelitik untuk mengomentarinya," jika ada hewan-hewan yang haram". Dalam agama yang saya anut sejak lahir (dan saya masih jauh dari menjadi umat yang taat), tidak ada satupun hewan yang diciptakan sebagai hewan haram, yang ada adalah hewan yang haram untuk dimakan,karena berbahaya bagi kesehatan, dan hewan yang haram untuk dibunuh, karena mengancam kelangsungan hidup makhluk lain. Trit ini jugalah yang mengingatkan saya pada suatu artikel yang saya baca dari sebuah situs beberapa waktu lalu tentang hukum memelihara anjing dalam Islam,yang menarik saya untuk mencari artikel-artikel sejenis salah satunya artikel dari Petzone Asia. Saya pribadipun sangat yakin bahwa tidak ada satu hewanpun yang diciptakan Tuhan sebagi hewan haram, itulah yang membuat saya akirnya mengomentari trit ini yang kemudian berlanjut pada pertanyaan-pertanyaan tentang surga dan neraka, dan tentang Tuhan serta keberadaanNya.
Saya adalah seorang pemeluk agama yang meyakini bahwa Tuhan itu Maha Esa dan Maha Besar, dialah yang menciptakan alam beserta isinya. Dialah yang menciptakan kehidupan. Satu-satunya Dia,Maha dari segala Maha. Lalu keyakinan saya berujung pada: jika Dia adalah satu-satunya pencipta alam semesta yang saya tinggali saat ini, mengapa saya harus memisahkan Dia dari ciptaannya ini. Mengapa saya harus menganggap bahwa Dia hanya berada di satu tempat padahal Dia adalah Maha Besar yang menciptakan seluruh kehidupan ini. Hal ini yang membuat saya percaya bahwa jika saya merusak alam maka saya menghianati Tuhan, jika saya menyakiti apapun makhluk yang Tuhan ciptakan,maka saya menyakiti Tuhan, karena Tuhan adalah alam semesta itu sendiri. Mungkin keyakinan saya tentang Tuhan sedikit membingungkan (dan saya sedang tidak mencoba menjadi sok-sok Panteis disini). Bahkan mungkin keberadaan Tuhan yang saya yakini disini bukanlah pemahaman tentang Tuhan yang agama saya ajarkan. Tuhan adalah Sang Pencipta alam semesta,bukan alam semesta itu sendiri. Mungkin keyakinan saya tentang Tuhan adalah salah menurut banyak orang. Dan mungkin juga perdebatan tentang keberadaan Tuhan tidak akan pernah ada habisnya, karena tiap-tiap manusia dan Tuhan memiliki hubungan yang sangat personal dan berbeda,walaupun mungkin masih banyak yang kurang intim (dan mungkin saya salah satunya). 
Mungkin pada akhirnya saya harus kembali lagi pada suatu kesimpulan bahwa manusia tidak akan pernah bisa menjangkau pemahaman tentang Tuhan, akal manusia tidak cukup untuk sampai kesana. Begitulah. Seperti yang banyak orang yakini. Dan mungkin Tuhan sebenarnya tidak ingin dibicarakan. Mungkin hanya kita, manusia yang rempong yang terus berusaha mencari keberadaannya. Padahal, mungkin Dia tidak perlu kamu cari, mungkin Dia hanya perlu kamu yakini. Maka Diapun ada. Karena memang Dia selalu ADA.







21 April 2014

EGO TRAPS (Re-post From Someone's Facebook Page)


"EGO TRAPS

If you think it is more 'spiritual' to ride a bike to work or use public transportation,but then find yourself judging anyone who drives a car,you're in an ego trap.

If you think it is more 'spiritual' to stop watching tv because it rots your brain,but then find yourself judging those who still watch tv,you're in an ego trap.

If you think it is more 'spiritual' to avoid reading gossip,tabloid,or magazine,but then find yourself judging those who read those things,you're in an ego trap.

If you think it is more 'spiritual' to listen to classical music or soothing nature sounds,but then find yourself judging those who listen to mainstream or pop music,you're in an ego trap.

If you think it is more 'spiritual' to do yoga,become a vegan,buy organic,buy healing crystals,practice reiki,meditate,wear hippie/thrift shop clothing,visit ashrams,and read enlightened spiritual books,but then find yourself judge anyone who doesn't do those things,you're in an ego trap.

Always be aware of the feeling of superiority. Self-righteous superiority is your biggest clue that you are in an ego trap. The ego loves to sneak in the back door. It will take a noble idea,like starting up yoga,and then twist it to serve its own ends by making you feel superior to others; you will start to look down on those who are not following your righteous 'spiritual' paths. Superiority,judgement,and condemnation. That is the ego trap."

Berpikir, betapa seringnya saya berada dalam ego trap, dan tidak menyadarinya.

Posted via Blogaway


Posted via Blogaway

15 February 2014

Satu Malam Yang Sekiranya Cukup Menyenangkan

Sudah 4 bulan yang lalu, saya pikir ini bukan waktu yang tepat untuk posting tulisan saya yang sudah kelewat basi ini. Tapi feelingnya masih kerasa sampe sekarang haha.. mungkin karena ini konser Mew dan  ini konser yang paling saya tunggu-tunggu,konser artis internasional (haha) pertama saya, dan saya nontonnya bareng orang2 terdekat saya.
Saya pikir Mew bakalan ditaruh di tengah-tengah acara,setelah Club 8,dan sebelum One Republic,yang sepertinya jadi artis utama di Guinness Arthur's Day Oktober 2013 kemarin, tapi ternyata tidak. Mew jadi penutup acara malam itu dan sungguh, mereka benar-benar jadi penutup yang epik!. Sempet ngantuk-ngantuk saat OR tampil,dan ngantuk saya pun sirna saat Mew mulai bawain lagu pembuka mereka.


Sepanjang acara,di beberapa momen saya sempat tersedot ke dalam lubang hitam perasaan galau ala ABG masa kini,  biasalah,karena lagu-lagu yang temanya 'gue banget' atau 'dia banget' atau lagu-lagu yang kamu suka tapi ternyata lagu itu punya cerita yang lain, yang 'bukan kamu'. Entahlah, anehnya kadang-kadang saya terlihat menikmati perasaan galau saya yang berlarut-larut itu dengan lagu-lagu mereka,dan saya pikir sedikit banyak para musisi memanfaatkan orang seperti saya (mungkin juga tidak) supaya lagu mereka jadi high rotation di radio-radio karena rekues-rekues pendengar yang senang mendatangkan perasaan galau tak berkesudahan untuk menikmati 'me time' mereka (dan mungkin saya). Termasuk di konser ini.

Tetapi,secara keseluruhan acara ini berhasil naikin mood saya ke level yang paling tinggi,walaupun setelah acara saya harus pulang pagi sampai rumah,ngantuk-ngantuk pula. Tapi saya kira itu lain cerita. hehe..


foto paling bagus yang bisa saya ambil dengan kamera hape cina dengan resolusi menengah (kebawah).





wajah-wajah ngeblur kelelahan dan kelaparan juga sepertinya haha.. ilove'emall